Minggu, 24 November 2013

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

haiiiiii!!! aku hari ini mau ngebahas tentang film TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK. emang sih film ini masih coming soon, mulai tayang tanggal 19 Desember 2013 tapi yang pasti aku excited baanggeeeettt sama film ini. mgeliat dari teaser filmnya sih kaya keren banget gitu apalagi ada pevita pearce, reza rahardian, sama herjunot ali. sumpah herjunot ali ganteng banget heheheheheheh he's my favorite:):):) aku mau ngasih sinopis dikit nih dari teaser yang udah aku liat. enjoy readiingggg guyyysss:) 


Tenggelamnja Kapal Van der Wijck : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck) adalah sebuah novel yang ditulis oleh Hj. Abdul  Malik Karim atau lebih dikenal dengan nama Hamka. Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di minang kabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.
Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa. Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptise Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832).
Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck terus mengalami cetak ulang sampai saat sekarang. Novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia

Latar belakang

Plo

Perdebatan mengenai harta warisan antara Pendekar Sutan dengan mamaknya berujung pada kematian. Akibat membunuh mamaknya, Pendekar Sutan diasingkan dari Batipuh ke Cilacap selama dua belas tahun. Setelah bebas, Pendekar Sutan memilih menetap di Makasar dan menikah dengan Daeng Habibah. Akan tetapi, setelah memperoleh seorang anak bernama Zainuddin, Daeng Habibah meninggal dan, tak lama setelah itu, Zainuddin menjadi yatim piatu.
Ketika beranjak remaja, Zainuddin meminta izin kepada pengasuhnya, Mak Base untuk berangkat ke Minangkabau;  ia telah lama ingin menjumpai tanah asal ayahnya di Batipuh. Namun, kedatangan Zainuddin tidak mendapatkan sambutan baik di tengah-tengah struktur masyarakat yang bernasabkan kepada ibu itu. Ia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan keluarganya di Minangkabau karena, meskipun berayah Minang, ibunya berasal dari Bugis. Akibatnya, ia merasa terasing dan melalui surat-surat ia kerap mencurahkan kesedihannya kepada Hayati, perempuan keturunan bangsawan Minang yang prihatin terhadapnya.
Setelah Zainuddin dan Hayati sama-sama mulai jatuh cinta, Zainuddin memutuskan pindah ke Padang Panjang karena mamak Hayati memintanya untuk keluar dari Batipuh. Sebelum berpisah, Hayati sempat berjanji kepada Zainuddin untuk selalu setia. Sewaktu Hayati berkunjung ke Padang Panjang karena hendak menjumpai Zainuddin, Hayati sempat menginap di rumah sahabatnya, Khadijah. Namun, sekembali dari Padang Panjang, Hayati dihadapkan oleh permintaan keluarganya yang telah sepakat untuk menerima pinangan Azis, kakak Khadijah; Aziz, yang murni keturunan Minang dan berasal dari keluarga terpandang, lebih disukai keluarga Hayati daripada Zainuddin. Meskipun masih mencintai Zainuddin, Hayati akhirnya terpaksa menerima dinikahkan dengan Aziz.
Mengetahui Hayati telah menikah dan mengkhianati janjinya, Zainuddin yang sempat berputus asa pergi ke Jawa bersama temannya Muluk, tinggal pertama kali di Batavia sebelum akhirnya pindah ke Surabaya. Di perantauan, Zainuddin menjadi penulis yang terkenal. Pada saat yang sama, Aziz juga pindah ke Surabaya bersama Hayati karena alasan pekerjaan, tetapi rumah tangga mereka akhirnya menjadi berantakan. Setelah Aziz dipecat, mereka menumpang ke rumah Zainuddin, tetapi Aziz lalu bunuh diri dan dalam sepucuk surat ia berpesan agar Zainuddin menjaga Hayati. Namun, Zainuddin tidak memaafkan kesalahan Hayati. Hayati akhirnya disuruh pulang ke Batipuh dengan menaiki kapal Van der Wijck. Di tengah-tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Hayati tenggelam, dan setelah Zainuddin mendengar berita itu ia langsung menuju sebuah rumah sakit di Tuban. Sebelum kapal tenggelam, Muluk yang menyesali sikap Zainuddin memberi tahu Zainuddin bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya. Namun tak lama setelah Zainuddin datang, Hayati meninggal. Sepeninggal Hayati, Zainuddin menjadi sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal. Jasadnya dimakamkan di dekat pusara Hayati.

Tema

Seperti novel Hamka sebelumnya, Dibawah Lindungan Ka'bah Van der Wijck ditulis untuk mengkritik beberapa tradisi dalam adat Minang yang berlaku saat itu, seperti perlakuan terhadap orang berketurunan blasteran dan peran perempuan dalam masyarakat; hal ini dimunculkan dengan usaha Hayati menjadi istri yang sempurna biarpun Aziz tidak menghargainya.Hamka beranggapan bahwa beberapa tradisi adat tersebut tidak sesuai dengan dasar-dasar Islam ataupun akal budi yang sehat.Dalam karyanya yang lain, Hamka terus mengkritik adat.

Rilis dan penerimaan

Van der Wijck pertama kali diterbitkan sebagai cerita bersambung dalam majalah Islam mingguan Hamka di Medan, Pedoman Masjarakat pada tahun 1938. Menurut Yunan Nasution, salah satu karyawan majalah tersebut, ketika majalah itu dikirimkan ke Kutara, Aceh (kini Banda Aceh), banyak pembaca yang telah menunggu di stasiun kereta api agar bisa membaca bab berikutnya secepat mungkin. Hamka juga menerima surat dari beberapa pembaca, yang beranggapan bahwa novel itu mencerminkan kehidupan mereka. Namun, beberapa orang Muslim konservatif menolak Van der Wijck; mereka menyatakan bahwa seorang ulama harusnya tidak mengarang cerita tentang percintaan.
Setelah mendapat sambutan yang hangat itu, Hamka memutuskan untuk menerbitkan Van der Wijck sebagai novel dengan usaha penerbitan milik temannya, M. Syarkawi; dengan menggunakan penerbit swasta Hamka tidak dikenakan sensor seperti yang berlaku di Balai Pustaka. Cetakan kedua juga dengan penerbit Syarkawi. Lima cetakan berikutnya, mulai pada tahun 1951, dengan Balai Pustaka. Cetakan kedelapan pada tahun 1961, diterbitkan oleh Penerbit Nusantara di Jakarta; hingga tahun 1962, novel ini telah dicetak lebih dari 80 ribu eksemplar. Cetakan setelah itu kemudian diterbitkan oleh Bulan Bintang. Novel Hamka ini juga pernah diterbitkan di Malaysia beberapa kali
Kritikus sastra Indonesia beraliran sosialis, Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka.Kritikus lain, Maman S. Mahayana, berpendapat bahwa novel ini mempunyai karakterisasi yang baik dan penuh ketegangan; Maman beranggapan bahwa ini mungkin karena novel ini awalnya diterbitkan sebagai cerita bersambung.


udah tuh segitu duluuu. gimanaaaa???????? serukan makanya ayo tonton film TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK dan bantu terus buat majuin dunia perfilman indonesia:):):) thankyou for visiting my blog:)

Sabtu, 23 November 2013

The Raid Berandal

haiii happy sunday guyssss mau cerita nih tentang film yg saya tonton waktu smp kls 9 emang udah lama sih filmnya tapi asli saya akuin film ini film action indonesia yang paling bagus dan kabarnya sih film ini bakal ada lanjutannya di The Raid 2. this is my favorite film:) here we gooo

Review film terbaru di blog ini akan membahas tentang film yang sukses memenangkan beberapa penghargaan internasional, yaitu The Raid. Film yang disutradarai oleh Gareth Huw Evans juga melibatkan musisi papan atas Mike Shinoda, salah satu personil Linkin Park dan Joseph Trapanese seorang komposer berbakat yang menggarap film Walt Disney Tron:Legacy (2010).

Film genre action / laga ini bercerita tentang sebuah perjalanan 20 orang anggota pasukan khusus dalam menjalankan misi menangkap bandar narkotik kejam bernama TAMA di sebuah gedung 30 lantai yang tak tersentuh aparat. Gedung tersebut juga menjadi tempat para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri berlindung untuk mencari tempat tinggal aman.


Gambar Cover Film The Raid

Tim SWAT mulai menjalankan misinya di pagi buta dengan diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki, namun petaka terjadi ketika mereka terlihat oleh pengintai TAMA dan penyerangan mereka akhirnya terbongkar. Dari penthouse suite-nya, TAMA menginstruksikan anak buahnya untuk mengunci gedung apartemen dan memadamkan lampu serta menutup semua akses untuk keluar gedung.

Mereka (Tim SWAT) terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh TAMA. Mereka harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka menangkap raja bandar narkoba di gedung tersebut. Selain untuk menyelesaikan misi, mereka juga berjuang untuk tetap bertahan hidup.


***

Para Pemeran Film The Raid :
  • Ray Sahetapi sebagai Tama 'Raja Bandar Narkoba'
  • Yayan Ruhian sebagai Mad Dog tangan kanan Tama
  • Pierre Gruno sebagai Wahyu ' Kapten / Komandan tim SWAT
  • Donny Alamsyah
  • Joe Taslim sebagai anggota tim SWAT
  • Ananda George sebagai anggota tim SWAT
  • Verdi Solaiman sebagai anggota tim SWAT

***

Menurut sang sutradara sekaligus penulis naskah Film The Raid, Gareth Evans :
"The Raid bukan sekadar sebuah film Laga, namun ada sesuatu yang mengajarkan kita semua sebuah kekuatan sebuah pejuangan, untuk bertahan hidup, "
Gareth Evans - Sutradara The Raid

Prestasi / Penghargaan Film The Raid :
  • The Cadillac People's Choice Award" untuk kategori Midnight Madness dalam ajang Toronto International Film Festival (TIIF) ke-36.

  • The Best Film sekaligus Audience Award - Jameson Dublin International Film Festival 2012.

  • The Raid juga ikut serta dalam festival film Sundance 2012 dan menjadi salah satu karya yang paling disukai panitia Sundance

  • *50 film laga / action sepanjang masa versi IMDB. The Raid berada di urutan 45 dengan rating 8.0, sejajar dengan “Star Trek”, “The Adventure of Robinhood”, “Avatar”, dan “Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl”.

Rating 8.0 didapatkan film The Raid jauh sebelum film ini tayang (23/3/2012), hal ini menandakan bahwa film kedua dari PT. Merantau Films masih berpeluang mendapatkan rating yang tinggi setelah resmi dirilis.
Selain itu, berkat keberhasilan film The Raid di Toronto Film Festival 2011 dan Sundance Film Festival 2012, Sony Pictures akan kembali mendistribusikan film Berandal untuk di diedarkan di Amerika Serikat. Berandal merupakan sekuel dari The Raid yang masih disutradarai oleh Gareth Evans.


***


Film laga berskala internasional ini dijadwalkan tayang secara serentak di Indonesia, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat pada Jumat, 23 Maret 2012. 

Bagi anda penggemar film genre action, The Raid merupakan rekomendasi yang sangat tepat untuk menemani waktu santai anda bersama kerabat, pacar atau keluarga. Penghargaan yang didapat membuktikan bahwa bangkitnya perfilm Indonesia di kanca Internasional sebagai hal yang seharusnya kita banggakan diantara banyaknya film-film tanah air yang mengedepankan tontonan seks yang menggunakan "hantu-hantu nasib sial" sebagai tameng. 


sekali lagi, kita harus bangga nih sama film ini karna film ini udah masuk ke box office film dunia. MAJU TERUS DUNIA PERFILMAN INDONESIA

Habibie dan Ainun

third post nih kali ini sih mau ngebahas film yg bagus buat semua umur dan keren banget pastinya. judulnya tuh HABIBIE DAN AINUN. enjoy readinggg :)



Kehadiran film Habibie dan Ainun ibarat gerimis di musim kemarau yang panjang. Kehadiran film ini mampu menyirami rohani rakyat bangsa Indonesia yang sedang kering kerontang akibat minimnya keteladanan di negeri ini. Bangsa ini sedang mengalami krisis kepemimpinan yang berujung pada krisis multidimensi. Kenakalan generasi muda dan krisis moral generasi tua terjadi di berbagai lapisan. Generasi muda hidup foya-foya tanpa sadar masa depan mereka, sedangkan golongan tua semakin merajalela dengan lebih mementingkan diri sendiri dan golongannya. Generasi muda lebih berfikir instan yang ditandai rendahnya kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan. Sedangkan golongan tua bersikap masa bodo dengan generasi penerusnya.

Rakyat bangsa ini membutuhkan keteladanan. Keteladanan adalah cara terbaik dalam proses pendidikan manusia di bumi ini. Keteladanan yang penuh hikmah dan penuh kesabaran mampu menyegarkan karena menghibur dan memotivasi masyarakat bangsa sedang kering hati nurani. Itu sebabnya menceritakan kembali tokoh besar seperti Prof. Habibie mampu menyadarkan masyarakat akan makna kehidupan. Makna kehidupan yang lebih banyak memberi arti karena keteladanan. Beliau adalah representasi seorang pemimpin yang amanah, disiplin, berdedikasi dan memiliki misi kehidupan jelas. Seorang birokrat yang berkepribadian mulia, anti suap dari berbagai manipulasi yang merugikan rakyat. Beliau adalah seorang negarawan sejati, tidak mencari keuntungan sendiri dan golongannya tetapi lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Film berjudul "Habibie dan Ainun" yang merupakan ekranisasi dari sebuah novel ini mampu memberikan pencerahan tersendiri. Seperti sang juru selamat, kehadiran film ini sangat sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat bangsa Indonesia yang sedang sakit. Sang penulis atau sang sutradara mampu memprediksi kebutuhan jaman akan terjadinya krisis multidimensi yang melanda bangsa ini. Selain menyindir para pejabat yang dholim, film ini juga mengkritisi para remaja yang pemalas, para pengusaha yang rakus, juga mengkritisi para perempuan yang semakin egois.

Secara garis besar ada beberapa pelajaran moral yang dapat diambil dari novel atau film ini. Pelajaran moral atau didactical values itu sangat penting bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Pertama, pelajaran bagi para pemuda. Pemuda adalah aset bangsa yang sangat penting. Bagi generasi muda, film ini mampu mendorong generasi muda untuk memiliki semangat juang yang tinggi. Berjuang mempersiapkan masa depan dengan belajar keras meraih impian. Manusia Indonesia yang dianggap terbelakang ternyata memiliki seorang Habibie yang berotak brilian. Mengingat generasi muda saat ini lebih memilih hal-hal yang instan dan pramatis, film ini mampu menginspirasi mereka agar menjalani hidup dengan penuh semangat. Kesuksesan membutuhkan sebuah usaha keras dan sungguh-sungguh karena tidak ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan.

Kedua, pelajaran bagi para pejabat atau birokrat. Bangsa ini membutuhkan para birokrat atau penguasa yang jujur dan beretos kerja sebagai pelayan rakyat yang dipimpinnya. Kejujuran adalah bagian dari keteladanan yang harus ditanamkan, karena ketidak jujuran akan sangat merugikan rakyat yang dipimpin. Etos kerja adalah bagian dari ciri seorang pemimpin yang amanah. Karena dengan begitu amanah yang sudah diberikan dikerjakan seagaimana yang diharapkan. Tokoh Habibie bukan sekedar sebagai seorang yang jenius, tetapi juga seorang yang disiplin, jujur dan berdedikasi tinggi. Tokoh Habibie memberi contoh anti terhadap sogok menyogok. Tema ini menjadi sangat penting mengingat persoalan terbesar bangsa ini adalah persoalan suap menyuap pejabat di dalam birokrasi bangsa ini. Sikap tegas menolak sogokan mampu memberikan kritikan pedas kepada para birokrat yang rakus akan kekuasaan dan kekayaan.

Ketiga, pelajaran bagi para pengusaha. Kedudukan para penguasaha memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa ini. Keberadaan mereka memang sangat vital dalam membantu pemerintah menyediakan lapangan kerja ataupun menyelesaikan proyek-proyek besar penyediaan sarana umum di negeri ini. Di sinilah dibutuhkan sebuah kejujuran dan keterbukaan dalam kerjasama antara pemerintah dan pengusaha. Dengan begitu, dana rakyat yang dibelanjakan atas kerjasama itu tidak disalahgunakan karena kelicikan dan kerakusan para pengusaha yang hanya mencari untung. Seorang pengusaha yang jujur akan memberikan manfaat bagi banyak orang dalam pembangunan bangsa dan negera.

Keempat, nilai pendidikan atau didactical values yang ada di dalam film ini juga sangat penting bagi kaum perempuan. Mengingat sistem sosial masyarakat kapitalis telah merubah gaya hidup masyarakat menjadi hedonis dan material. Kaum perempuan pun mengalami disorientasi akan tujuan kehidupan. Banyak kaum perempuan yang lebih memilih mengejar karir dan kekayaan dibandingkan dengan mengurus rumahtangga. Akibatnya generasi manusia pun mengalami persoalan besar dengan lahirnya berbagai persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan.

Film ini menyadarkan akan pentingnya peran seorang wanita atau istri bagi kesuksesan para suami di dalam mengemban amanah kehidupan. Tidak ada seorang suami yang berjaya dunia akherat tanpa didukung oleh pengorbanan seorang istri. Itu sebabnya kemuliaan seorang perempuan tidak semata-mata ditentukan dari gelimang harta dan kedudukan dalam profesinya di luar rumah. Tetapi dari dalam rumah pun perempuan bisa berperan besar di dalam ikut membangun bangsa dan negara ini. Bagian inilahh yang dicontohkan oleh Ainun sebagai kunci keberhasilan seorang Habibie.

Film ini sangat penting bagi sangat penting untuk ditonton oleh siapapun terutama generasi muda di negeri ini. Kita berharap kehadiran film ini mampu mendorong lahirnya Habibie-habibie lain yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara ini

thankyou for reading:):):)

Laskar Pelangi

woohhhoooooo second posting nih heheh kali ini sih mau ngebahas tentang film indonesia juga yang judulnya laskar pelangi asli ini film udah lama tapi asik bgt buat ditonton anak seumuran kita enjoy reading guyss:)
Laskar Pelangi

Siapa yang tak tahu film Laskar Pelangi ini. Anak kecil, orang dewasa, bahkan orang tua pun tau tentang film ini. Film ini sangat menginspirasikan saya sebagai pelajar yang ingin berkembang lebih baik. Tak semua orang bisa sukses dan hanya orang yang punya cita-cita akan masa depannya lah yang akan bisa menaklukan dunia ini. Pada kesempatan baik ini saya akan mengangkat tema tentang nilai-nilai moral yang ada pada film Laskar Pelangi....
1. Persahabatan dan kekeluargaan.
Seorang sahabat bukanlah orang yang selalu ada buat kita setiap hari, tapi arti sahabat adalah orang yang bisa memotivasi kita untuk berkembang jadi lebih baik dan selalu mendo’akan untuk keberhasilan kita. Selain sahabat, ada orang yang lebih penting lagi yaitu keluarga. Keluarga adalah lambang dari sebuah cinta sejati. Keluarga bukan sekedar status sebagai ayah, ibu, dan anak saja. Tapi keluarga adalah tempat kita menaruh harapan akan cita-cita yang tinggi itu.
2. Perjuangan dan pengorbanan..
Mungkin sebagian orang susah untuk berkorban termasuk saya, tapi dari beberapa artikel yang saya baca arti perjuangan erat kaitannya dengan perjuangan. Perjuangan tanpa adanya pengorbanan itu sia-sia dan sebaliknya. Kita sebagai pelajar sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak, harusnya kita imbangi dengan perjuangan berupa belajar. Belajar disini bukan hanya belajar tentang kognitif saja, tapi lebih dari itu yaitu tentang proses pembelajaran jati diri. Seseorang dikatakan menjadi dewasa ketika mereka sudah tahu tentang karakter dirinya sendiri.
3. Cinta dan Cita- cita..
Buat saya pribadi, arti cinta dan cita-cita itu hampir mirip. Cinta adalah kehidupan dan cita-cita adalah harapan, jadi dalam sebuah cinta pasti ada harapan atau cita-cita tersebut. Sekarang ini para remaja mengartikan cinta dengan istilah pacaran atau nge-date lah. Tapi mereka tak punya harapan, mereka hanya memikirkan untuk hari ini saja dan menurut saya itu salah. Cinta sejati memberi arah yang jelas akan masa depan dalam sebuah ikatan perkawinan...


“Hiduplah sebagai orang –orang yang berani karena hanya orang-orang yang berani saja lah yang bisa memaksakan diri dalam urusan besar sehingga mereka menjadi orang besar. Tuhan tidak akan merubah suatu kaum jika mereka tidak berani untuk merubahnya sendiri”

Pesan Moral Tersirat dalam FIlm "Laskar Pelangi "


1. Pendidikan adalah sangat penting dan merupakan hak setiap anak bangsa. Itulah alasan mengapa sang Ibu Guru Muslimah tetap kekeh mengajar di Sekolah Muhammadiyah, agar dapat menjangkau golongan miskin.


2. Jangan Pernah Menyerah. Judul surat Ikal kepada Lintang. Juga sang Ibu Guru yang berusaha keluar mencari murid kesepuluh, agar sekolah tidak ditutup.

3. Memberilah sebanyak-banyaknya kepada orang lain, bukan menerima sebanyak-banyaknya dari orang lain. Pesan sang bapak kepala sekolah secara berulang-ulang kepada anak didiknya.

4. Memiliki keteguhan dan keyakinan akan prinsip hidup. Kecerdasan hati adalah yang utama, ujar Pak Hafan, sang kepala sekolah yang teguh mempertahankan pendirian sekolahnya.

5. Tetap berjuang walau tidak ada sandaran lagi. Ibu guru Muslimah yang merasa terpukul akibat wafatnya sang Bapak Kepala sekolah akhirnya kembali mengajar walaupun sendiri dan meneruskan perjuangannya.

6. Ikuti kata hati. Flo, akhirnya memilih sekolah dan teman-teman berdasarkan kata hati. Flo, cewek yang tomboi dan anak orang kaya pindah sekolah karena merasa asyik dan bahagia dengan teman-teman di sekolah Muhammadiyah.

7. Jangan menggantungkan nasib pada dukun. Karena nilai sekolah yang terus menurun & tidak percaya diri, Mahar & teman2nya pergi meminta bantuan dukun. Dan sang dukun pun memberikan mantra sakti.

8. Mantra sakti dari dukun. “Jika nak pandai, ya belajar. Jika nak sukses, ya usaha”.

9. Berani tampil beda & unik, tapi juga tidak asal-asalan. Karnaval dari sekolah Muhammadiyah benar-benar unik, walau sempat ditertawakan dengan gaya yang terlihat aneh, akhirnya mereka keluar sebagai pemenang.

10. Tidak malu atau merasa rendah. Walau miskin dan bersekolah di tempat yang tidak memadai, mereka bisa menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat.

11. Belajar Mandiri. Anak-anak telah belajar mandiri sejak kecil, terlihat dari karakter si Lintang.

12. Berani mengekspresikan perasaan. Cinta pertama terasa sangat indah, dan si Ikal tidak malu2 menunjukan rasa sukanya kepada Aling sampai akhirnya bisa ketemu bersama walau sebentar.

13. Mau berteman ( Friendly ). Terlihat pembauran etnis tionghua yang baik di film itu. Akiong membaur dengan baik dan tidak setiap orang tionghua itu orang kaya.

14. Inisiatif. Walau tidak ada guru yang masuk mengajar, anak-anak mengambil inisiatif sendiri untuk belajar bersama.

15. Dermawan. Ditunjukkan oleh Teman Bapak Kepala Sekolah yang memberikan support secara materi dan moril kepada Sekolah Muhammadiyah, terutama setelah wafatnya Bapak Hafan, sang Kepala Sekolah.

16. Kerja Keras. Walau gaji yang tidak memadai, sang Ibu Guru tetap bisa mengajar dan mencoba mencari penghasilan tambahan dengan menjahit baju.

17. Cara mengajar yang unik. Sang Ibu guru mengajar mereka baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Juga Sang Guru dan Kepala sekolah sangat dekat dengan anak-anak. Pintar juga memotivasi anak-anak agar bersemangat dalam belajar. Julukan “Laskar Pelangi” pun diberikan sang Ibu Guru, karena kesukaan anak-anak melihat pelangi.

18. Mengejar cita-cita dan harapan setinggi langit. Akhirnya anak kampung, si Ikal mendapatkan beasiswa dan meneruskan studinya ke Paris, tempat yang ia idamkan sejak kecil.

19. ceria & bersemangat. itulah modal kehidupan, seperti dalam film, anak-anak bersemangat dan ceria dalam kesehariannya.

20. Cinta. Banyaknya masalah dan cobaan yang menerpa, tidak membuat Sekolah ditutup, karena kegigihan dan cinta untuk mempertahankannya.

 

5cm

haiiii first posting in this blog nih hehehe, disini sih cuma mau sharing-sharing aja tentang dunia perfilman indonesia kan akhir-akhir ini banyak tuh film-film yang bagus dan nilai moralnya tinggi juga cuma mau sharing aja beberapa film yang bagus dan pantes ditonton sama remaja seumuruan kita. 

yang pertama itu ada film 5cm, flim ini sih emang bagus tapi ada beberapa hal juga yg gamasuk ke logis dan ceritanya lompat-lompat bikin ga ngerti. disini mau jelasin gimana ceritanya itu jadi aneh padahal di novel yg udah saya baca ceritanya lebih jelas dan lebih menarik daripada filmnya
happy reading guuyssss :):):)

REVIEW - 5 Cm

Novel best seller karya Donny Dhirgantoro berjudul 5cm diadaptasi ke sebuah motion picture oleh seorang sutradara ternama Indonesia yaitu Rizal Mantovani. Dengan penuh euphoria dari orang-orang yang menantikan film ini. Bagaimana dengan hasil yang diberikan? Apakah bisa memberikan sebuah adaptasi novel yang bagus? atau hanya sekedar film yang biasa saja?


Menceritakan tentang 5 orang sahabat bernama Zafran (Herjunot Ali), Genta (Fedi Nuril), Riani (Raline Shah), Ian (Igor Saykoji) dan Arial (Denny Sumargo). Mereka sudah berteman selama 10 tahun. Suatu saat, Genta berpikir untuk menjalani break terhadap persahabatan mereka yang sudah genap berumur satu dekade. Mereka semua dilarang untuk berhubungan satu sama lain seperti menelpon, berbicara, ataupun sms. Genta akan menghubungi mereka saat pas tanggal 14 Agustus untuk melakukan sebuah petualangan. Tetapi, tak ada satupun dari mereka tahu mereka akan pergi kemana. Pas tanggal 14 Agustus, mereka berlima ditambah dengan adik Arial yaitu Dinda (Pevita Pearce) bertemu di Stasiun untuk melakukan perjalanan ke Malang untuk mendaki ke puncak gunung Semeru.

Terkesan terlambat memang untuk menyaksikan film ini. Setelah berbagai rasa penasaran akhirnya berkumpul jadi satu. Dengan omongan sana-sini yang bilang bahwa film ini bagus, terutama teman-teman saya yang membicarakan tentang film ini dengan berbagai pujian. Akhirnya saya memutuskan untuk menonton film ini. Tak ada kata terlambat. Sebelum film ini tenggelam, saya pun menontonnya. Lalu? Apakah benar-benar bagus seperti yang dibicarakan oleh banyak orang? Saya berani katakan film ini Over Rated. Mereka terlalu melebih-lebihkan film ini. Awal paruh film ini dengan introducing character yang saya katakan cukup menarik karena penuh dengan gaya penceritaan anak muda zaman sekarang sepertinya akan menawarkan sebuah premis cerita yang menjanjikan. Paruh awal film ini masih memberikan sebuah cerita dengan ritme penceritaan yang setidaknya cukup tertata dengan baik. Setelah adegan di taman, Film ini sudah mulai berantakan. Saya benar-benar mulai merasakan seperti adanya adegan yang lompat-lompat. Tak bisa memberikan sebuah penceritaan yang konsisten. Cerita yang cheesy tentang sebuah persahabatan tak bisa dikembangkan dan dikemas secara apik serta tak bisa memberikan sebuah nilai cerita yang berbeda terhadap film ini. Lalu, apa yang berbeda dengan 5cm dengan film-film persahabatan lainnya? Saya kira belum ada. Cerita yang cliche, cheesy, dibalut dengan berbagai dialog yang over puitis disini semakin membuat saya memicingkan mata serta ragu dengan kualitas film ini. Dialog over puitis yang membuat saya semakin tidak betah dengan film ini. Seharusnya dialog puitis itu sebenarnya biasa saja. Tetapi, penempatan serta pembawaan dari para ensemble cast yang over dramatic hasilnya adalah sebuah dialog yang sangat risih untuk didengarkan. Jika anda pernah melihat film Indonesia berjudul "Brokenhearts", dialog pujangga cinta nan puitis yang sering dilontarkan oleh cast "Brokenhearts" membuatnya terdengar flamboyan dan berlebihan. Begitu pula dengan 5 cm, Dialog tentang persahabatan dan nasionalisme yang over membuatnya terdengar berlebihan.

Saya masih ingat dengan dialog cheesy yang dilontarkan oleh pemainnya saat di dalam kereta yaitu saat Zafran bilang "Ian sidang skripsi, Ian mau lulus" lalu Dinda menyahut dengan bilang "Abis ini Sarjana dong" itu seperti sedang memberikan sebuah pernyataan kepada Anak SMA bahwa satu tambah satu adalah dua. Ayolah, Donny Dhirgantoro selaku penulis skenario buatlah dialog yang sedikit smart. Berbeda dengan Habibie & Ainun yang memberikan nilai Nasionalisme di filmnya dengan elegan, 5 Cm justru terlalu overexposed saat menjelaskan sebuah nilai moral tentang Nasionalisme di dalam filmnya. Tetap dengan Dialognya yang over puitis. Sekali dua kali mungkin dialog itu terasa biasa saja. Tetapi, mereka melakukannya berulang-ulang membuat saya semakin memicingkan mata. Hal yang menganggu dari segi teknis adalah Sound Mixing dan Editing yang kurang bagus. Alhasil jika anda jeli saat menonton film ini, kita akan merasakan para aktor dan aktris di film ini seolah-olah lipsync. Karena terkadang suara mereka mendahului gesture bibir mereka. Bersyukurlah karena tatanan Sinematografi yang epik saat men-shoot sudut-sudut Gunung Mahameru, Puncaknya, Danau Ranukumbolo nya, yang begitu memanjakan mata. Samudra di atas awan yang benar-benar ter-shoot dengan bagus berhasil membuat saya betah di kursi dan menyelamatkan keseluruhan film ini. Lalu, Scene akhir dimana mereka mulai mendaki dan batu-batu runtuh sinematografi mereka benar-benar memanjakan mata dan itulah best scene disini sebelum menuju penyelesaian yang juga diakhiri dengan penyakit dialog over puitisnya ini. Joke-joke disini mungkin saat awal-awal masih terasa lucu. Lama kelamaan, mereka menggunakan formula yang sama untuk membuat suatu joke. hasilnya dijamin garing meski masih ada beberapa yang menimbulkan tawa. Departemen akting dari mereka berlima juga belum dikatakan total. Masih bisa terlihat dengan jelas, pengucapan-pengucapan dialog yang masih terasa canggung, serta beberapa ekspresi datar yang mereka berikan. Lalu, Soundtrack yang mungkin sedikit berisik dan hanya lagu berjudul "Di Atas Awan" milik nidji yang ear-catching. Rizal Mantovani sepertinya hilang keemasannya. Biasanya film yang dihasilkan olehnya adalah film yang bagus.

Overall, 5 Cm adalah sebuah drama persahabatan yang over rated. Cheesy, overdramatic dialog, serta kurangnya pengembangan cerita sangat bermasalah di film ini. Beruntung diselamatkan oleh Sinematografi Mahameru yang Maha Indah